Monday, 31 January 2011

B. Penerapan Metode Inkuiri dalam Pembelajaran Bahasa Indonesia Khususnya Keterampilan Membaca


Hasil pembelajaran yang baik hendaknya dinilai dari hasil yang tahan lama dan dapat digunakan dalam kehidupan siswa serta merupakan hasil pengetahuan asli/autentik. Oleh karena itu, pembelajaran perlu memiliki kesan dan bersifat inovatif.
            Penerapan metode inkuiri dalam pembelajaran keterampilan membaca didasarkan pada konsep menemukan jawaban berdasarkan rasa ingin tahunya. Siswa mengemukakan masalah yang ditemukan dalam membaca sebuah teks, kemudian mencari dan memproses secara logis fakta yang ditemukan untuk menarik sebuah kesimpulan atas masalah yang dihadapinya
Prosedur pembelajaran inkuiri ini meliputi enam langkah, yaitu (1) mengajukan pertanyaan atau permasalahan; (2) merumuskan hipotesis; (3) mengumpulkan data; (4) analisis data; (5) mengajukan pendapat; dan (6) menarik kesimpulan
Pada tahap pertama, guru memperkenalkan kepada siswa materi-materi kasus, dengan cara memberikan bahan bacaan. Langkah kedua dari yang termasuk ke dalam tahap pengajuan masalah adalah mengkaji ulang fakta dan menganalisis tokoh, siapa melakukan apa dan mengapa terjadi demikian.
Pada tahap kedua, siswa diarahkan untuk merumuskan hipotesis berdasarkan pada masalah yang diinkuirikan. Hal ini bertujuan agar siswa memiliki pemahaman dasar mengenai masalah dan bahan perbandingan untuk menarik kesimpulan.
Pada tahap ketiga, siswa mengidentifikasi nilai-nilai yang terlibat dalam kasus tersebut. Siswa ditugaskan mendata fakta-fakta yang mendukung atau pun bertentangan dengan hipotesis mereka.
Pada tahap keempat, siswa menguji kebenaran dari fakta-fakta yang berhasil mereka data. Dalam hal ini, siswa ditantang menganalisis berdasarkan pola penemuan yang logis, mensintesis fakta dan mengaitkannya dengan komponen-komponen teks tersebut, serta kehidupan nyata berdasarkan teori sebab-akibat.
Pada tahap kelima, siswa diminta memberikan pandangan terhadap masalah yang diinkuirikan. Pada tahap ini, siswa diminta mengekspresikan pendapatnya atau sikapnya terhadap kasus tersebut. Di sini, siswa dituntut mengajukan argumentasi logis dan rasional yang dapat mendukung pendapatnya.
Tahap terakhir, siswa bersama guru menyimpulkan hasil inkuiri atas kasus tersebut. Pada tahap ini, siswa dan guru mendiskusikan kelogisan argumentasi yang digunakan untuk mendukung masing-masing pendapat.
Pada prinsipnya, metode inkuiri mempunyai seperangkat siklus, yaitu: observasi, bertanya, mengajukan dugaan, mengumpulkan data, dan menyimpulkan. Sebagai sebuah model pembelajaran, prinsip inkuiri sangat tepat bagi penanaman konsep yang membutuhkan kerja eksplorasi dalam bentuk induktif.

0 komentar:

Post a Comment

Jangan lupa......Silahkan komentar jika artikel ini bermanfaat dan maaf komentar yang macam - macam saya hapus

 
Powered by DIAN ISNAN RASBURHANY